Gb. Salah satu lahan Campursari padi dan kayu putih di desa Karangduwt Paliyan Gunungkidul

Campursari tanaman padi dengan tanaman kayu putih di kembangkan di Karang duwet Peliyan gunungkidul.Disekitar jalan raya Paliyan –Playen  bisa dilihat percontohannya  ,pada lokasi  hutan kayu putih yang  ada ,masyarakat sekitar memanfaatkan lahan yang ada di bawahnya untuk menanam padi.

Teknis penanamannya ,lokasi yang ada dibuat  bedengan-bedengan kecil atau dikotak-kotak  dengan bedengan atau galengan (  Bahasa Jawa ) yang lebih tinggi maka di lokasi akan terbentuk cekungan yang bisa menampung air hujan.Dalam cekungan tersebut setelah  lahannya dicangkul maka kemudian di tanamai dengan bibit padi.Air hujan yang ada akan menggenagi lahan tersebut sehingga  cadangan air akan bertahan lebih lama.

Dengan teknik penanaman campur sari antara padi dengan tanaman kayu putih tersebut maka  maka beberapa keuntungan petani bisa di peroleh. Salah satunya hasil yang didapatkan berupa hasil padi bisa di peroleh dan bila penanamannnya tepat maka satu tahun bisa panen dua kali.Keuntungan yang kedua daun kayu putih bisa dijual ke perusahaan penyulingan yang ada sehingga menambah penghasilan.Keuntungan yang ketiga erosi air karena curah hujan yang tinggi bisa tertanggulangi karena tanaman kayu putih yang sedikit banyak akarnya bisa menahan aliran air.

Semoga sistim ini bisa dikembangkan di daerah lain sehingga secara ekonomis bisa menghasilkan banyak keuntungan baik bagi petani maupun lahan yang terbebas dari erosi.

Hikmah :

“Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do’a (saat bersujud)” (HR. Muslim)