Saat ini mungkin badan kita yang masih gagah menjadi kebanggaan kita atau orang  di sekitar kita,tetapi setelah ruh atau nyawa lepas dari badan kita bisa saja menakutkan orang di sekitar kita.Salah satu contohnya sewaktu saya pulang dari ta’ziah kemudian melewati lokasi orang punya hajat,yang kebetulan di depannya jalan raya yang sangat ramai karena menghubungkan dengan ibukota propinsi.

Mobil rombongan yang kami tumpangi berjalan pelan-pelan karena arus lalu lintas sangat padat ditambah orang yang berlalu lalang dari tempat hajatan tersebut.Saya dan rombongan melihat 2 orang bapak POLISI sedang mengatur lalu lintas.Saya dan rombongan mengira bahwa pak Polisi tersebut membantu orang yang punya hajat.Tetapi sambil melihat ke luar jendela mobil tepatnya di sebelah kiri jalan terbujur orang yang sudah ditutupi kertas Koran ,tinggal sepatunya yang kalihatan.

Akhirnya rombongan tahu bahwa baru saja ada kecelakaan lalu lintas dengan membawa korban jiwa meninggal.Melihat korban yang sudah ditutupi kertas Koran tersebut sebagian dari rombongan ternyata agak bergidik dan takut melihat jazad yang sudah ditutupi kertas Koran tersebut.Ternyata badan atau jazad orang bila sudah tidak bernyawa menakutkan sebagian orang disekitarnya ,mungkin termasuk badan kita nanti setelah kita menghadap Allah SWT.

Semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak sombong akibat badan yang gagah atau tampan dan cantik,sebab bila ruh atau nyawa sudah lepas maka badan kita yang gagah ,tampan dan cantik tersebut mungkin menakutkan orang disekitar kita.

Hikmah:

“Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). “(HR. Bukhari)

INGIN SUKSES IKUTI PROGRAM INI