I.  Ilustrasi 1

Survei membuktikan : Profesi apa yang diinginkan oleh seseorang yang sedang mencari pasangan hidupnya lewat Kolom KONTAK JODOH di Harian KOMPAS (2007)

terhadap calon pasangannya? Ternyata 99,9 % menghendaki berpasangan dengan karyawan/pegawai tetap. Prioritas yang didambakan (secara berurutan) adalah PNS, TNI, Polri, BUMN) dan hanya 0,1 % yang menghendaki berpasangan dengan Pengusaha.

 

II. Ilustrasi 2

Toyo Shibata baru menulis di usia 92 tahun, dan Buku Perdananya terbit tahun 2010 saat ia berusia 99 tahun, buku perdananya langsung terjual lebih dari 1,5 juta eksemplar dan masuk The 10 Best Sellers 2010. (Tak ada kata terlambat untuk sukses)

 

III. Ilustrasi 3

Prof. Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah, yang terkenal dengan nama pena Prof. Dr. Hamka. Adalah Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammmadiyah, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ulama Besar, Guru Bangsa, bahkan Guru Kemanusiaan secara Universal, dengan kemuliaan dan kebesaran/keteguhan kepribadiannya, serta produktivitas dalam karya-karya tulisnya beliau menjadi kebanggaan Indonesia dalam tataran  Internasional. Karya tulisnya yang legendaris yaitu Tafsir Al-Azhar ditulis justru ketika beliau berada dalam Hotel Prodeo (penjara) karena berseberangan dengan penguasa Orla (Orde Lalu). Pada hari wafatnya, hampir semua media massa (TVRI, Radio, media cetak, dll) menjadikannya sebagai head line dan hampir semua pemirsa/pembaca meneteskan air mata mengiringi kepergiannya.

 

IV. Sekilas Makna Kemanusiaan

Dalam konteks ilmu (ukumulasi pengetahuan-pengetahuan manusia yang disusun secara sistematis, kebenarannya berlaku secara obyektif dan universal). Manusia tersusun dari unsur jasad (basyar, nyawa/daya hidup), ruh (jiwa/nafs), Qolbun (hati, hati-kecil, akal). Dari ketiga unsur ini manusia menyusun pengetahuan (knowledge) yaitu Pengetahuan Indra, Pengetahuan Ilmu (sciense), Pengetahuan Agama dan Pengetahuan Nurani. Dari sini manusia belajar tentang makna (paradigma) kesuksesan.

 

IV. Rizki, dalam Paradigma Kemanusiaan.

Sebagian besar (kalau tidak dikatakan hampir seluruhnya) manusia mengkaitkan kesuksesan dengan keahlian memburu rizki (dalam pengertiannya sebagai materi/uang). Dengan banyak uang akan mendapatkan banyak hal yang lainnya, semisal kedudukan/kekuasaan, kesehatan, akses (silaturahim/jumpa udara), dll atau paling tidak (dengan kata lain) semakin banyak punya uang akan semakin mudah untuk mendapatkan segalanya.

 

V. Rizki, dalam Paradigma Islam

Al-Quran menyebut kata ‘rizqi’ tidak kurang sebanyak 93 kali. Dalam konteks cara memperolehnya, Al-Quran membagi rizki dalam tiga jenis. 1). Rizki mutlak, 2) Rizki relatifitas, (karena berkaitan dengan asbab/penyebab), 3) Rizki “Resultan”. Rizki mutlak terdapat antara lain dalam Surat 11 : 6, 29 : 60, Rizki Relatifitas antara lain pada Surat 2 : 22, 5  : 114, 16 : 71,  dan Rizki Resultan antara lain pada Surat 65 : 3, 2 : 212.

 

VI. Sunnah Kenabian, Paradigma Sukses Dunia Akhirat

Nuh As sebagai teknolog (perkapalan). Kesupercanggihan kapal hasil ciptaannya menjangkau jauh ke masa depan yang unlimited, sampai  saat ini belum ada kapal induk ataupun kapal pesiar yang sanggup mengungguli kecanggihan kapal made in Nuh As.

Sulaiman As sebagai Raja yang dianugerahi Allah suatu kerajaan dengan wilayah seluas 60 km persegi. Seluruh prasarana dan sarana terbuat dari batu mulia dan logam mulia, dengan sistem jaringan informasi dikendalikan dengan suara special (lisan) sebagai “remote” controlnya.

Yusuf As sebagai pejabat tinggi yang amanah, Isa As sebagai insan termiskin (dalam pengertian materi) di dunia dan sepanjang umur dunia, beliau ahli medis, yang karena kesupercanggihan medisnya membuat sebagian kaumnya mengangap beliau sebagai tuhan (anak Allah).

 

 

 

 

Seluruh Nabi memiliki spesifikasi keahlian (dunia) yang berbeda satu sama lain, namun  demikian, seluruh mereka tidak mengajarkan keahlian spesifikasinya kepada kaum/umatnya. Seluruh Nabi mengajarkan kaum/umatnya “Induk Kecerdasan” yaitu Suatu Sistem/Ilmu tentang Kedekatan Manusia (seorang hamba) dengan Robbnya, yang merupakan induk dari kecerdasan manusia, agar manusia tidak tersesat menemukan jalan menuju sukses dunia akhirat.

 

Catatan Index

QS. 2 : 22

“(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rizki untukmu. Kareba itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui”. (Al-Baqoroh : 22)

 

QS. 2 : 212

“Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari kiamat. Dan Allah memberi rizki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan”. (Al-Baqoroh : 212)

 

QS. 5 : 114

‘Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rizki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rizki”. (Al-Maidah : 114)

 

QS. 11 : 6

“Dan tidak satu pun binatang melata (makhluk bergrak/bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”. (Hud : 6)

 

QS. !6 : 71

“Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rizki, tetapi orang yang dilebihkan (rizkinya itu) tidak mau memberikan rizkinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rizki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 71)

 

QS. 29 : 60

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya sendiri. Allahlah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. (Al-Ankabut : 60)

 

QS. 65 : 2-3

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (At-Tholaq : 2) dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”. (At-Tholaq : 3)

 

Dari Zaid bin Tsabit r.a. berkata, “Aku mendengar Rosulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekhawatiran (kecemasan) padanya dalam segala urusannya, dan Allah meletakan (rasa takut akan) kefakiran di hadapan matanya, padahal ia tidak menerima keduniaan itu kecualiu apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapaa menjadikan akhirat sebagai niatnya (tujuannya), maka Allah akan menjadikan kemudahan dalam segala urusannya, Allah akan meletakan rasa kaya (kepuasan) dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan kehinaan.” (HR. Ibnu Majah, Bab Cita-Cita Dunia, Hadits no. 4105, Kitab Muntakhob Ahadits)

 

 

*) Disampaikan pada Pembinaan Guru-guru dan Karyawan SMK Muhammadiyah 1 Playen, Selasa   22 Pebruari 2011 oleh Ali Sodikin Sutanto

 

PT Arminareka Perdana