Slogan-slogan pemerintah dengan KB dua anak cukup digencarkan lewat berbagai media,baik media elektronik,media masa surat kabar ,media instansi pemerintahan maupun baliho-baliho dan spanduk-spanduk.Gencarnya promosi “Dua Anak Cukup “ menyebabkan pemikiran masyarakat seolah-olah mempunyai anak lebih dari dua merupakan tindakan yang tabu atau menyalahi aturan pemerintah.

Banyak umat Islam yang kemudian malu mempunyai anak lebih dari dua ,mungkin malu atau takut repot dan sebagainya.Selain alas an repot juga ada rasa ketakutan tidak bisa “ mensejahtrakan anaknya”

Pengamatan penulis saat ini dari beberapa anak didik yang ada di suatu SMK siswa-siswa yang tidak mempunyai saudara atau anak tunggal kebanyakan bersifat manja,tidak mandiri dan cenderung ada ketergantungan kepada orang tua.Tetapi siswa-siswa yang mempunyai saudara lebih dari satau dalam arti saudaranya dua,tiga ,empat dan seterusnya mereka lebih mandiri dan lebih bisa berinteraksi secara social dengan teman-temannya.

Ada beberapa siswa yang merupakan anak tunggal,menurut penuturan orangtuanya ,siswa tersebut di rumah agak manja ,setiap kemauannya harus cepat dituruti dan bila tidak anak tersebut akan ngambek atau ngamuk dan sebagainnya,walaupun siswa tersebut sudah kelas 3 SMK yang bila ditinjau dari segi usia seharusnya sudah bisa mandiri.

Selain itu berdasarkan pengamatan penulis di desa yang penulis tempati saat ini sudah banyak orang tua di usia tua hanya hidup sendirian berdua suami istri,karena  tiga atau empat  anaknya merantau di luar kabupaten atau propinsi.Dengan dua anak atau tiga anak saja ada kemungkinan kita ditinggalkan semua sehingga di usia tua hanya hidup berdua apalagi bila anak kita tunggal atau dua saja.Sudah beberapa  orang tua di lingkungan penulis yang waktu meninggalnya tidak ditunggui anak-anaknya karena satu atau dua anaknya merantau ( bahkan ada  yang beberapa jam meninggal baru diketahui tetangganya  karena hidup sendirian).

Selain itu pengalaman rekan rekan kerja yang saudaranya banyak,mereka akan sangat bahagia bila suatu saat berkumpul untuk acara keluarga atau pas Halal Bil halal umpamanya,bisa berbagi cerita, berbagi  pengalaman , ada tempat untuk berbagi suka dan duka.Tetapi bisa kitabayangkan bila kita anak hanya mempunyai satu saudara apalagi anak tunggal maka bila kita mempunyai cerita,beban pikiran dan sebagainya maka kita mau berbagi dengan siapa?

Bila kita sebagai umat Islam yang beriman maka Allah sudah berjanji dalam Surat  Huud ayat 6 ,Allah berfirman :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi  rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” ( Q.S  11. Huud ayat 6 )

Dalam firma Allah tersebut setiap makhluk yang diberi nyawa oleh Allah dijamin rezekinya ,asalkan makhluk tersebut mau berusaha atau berikhtiar.Tetapi mengapa kita umat Muslim mempunyai ketakutan yang sangat besar akan rezeki anak –anak kita .

Ikuti Program Umrah Murah di ::Mitra-Haji.com

Hikmah ” Adz Dzaariyaat ayat 58 .” Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. “

 

PT Arminareka Perdana