Gb.Ibu-ibu juga aktif membantu babat padi di lokasi

Gotong royong ( sambatan ) babat Padi merupakan salah satu kegiatan sosial kemasyarakatan di desa-desa yang ada di Wareng Wonosari Gunungkidu.Bila musim babat padi mereka akan bergiliran untuk membabat padi dari tegalan kemudian mengangkutnya ke rumah dan malam harinya dirontokkan dengan mesin perontok.

Berangkat dari rumah  di dusun Singkar menuju lokasi sudah diampiri mobil yang nantinya akan mengangkut hasil padi di sawah atau tegalan.Dengan membawabekal ceret berisi minuman air teh, pacitan seperti pisang goreng atau jadah serta bekal makanan nasi ,sayur lombok ,jambalan bayam ,tahu dan tempe goreng serta daging ayam goreng diangkut sekalian ke lokasi.

Sesampai di lokasi istirahat sejenak sambil minum teh dan pacitan jadah serta pisang goreng ,karena dari rumah sebagian belum sempat sarapan.Setelah istirahat sejenak maka masing-masing langsung mengambil sabit untuk membabat padi kemudian langsung di ikat dengan pengikat dari bambu yang sudah disiapkan dari rumah.

Gb. Babatan Padi yang sudah diikat dan siap untuk dibawa pulang dengan mobil open cup

Sekitar jam setengah sebelas semua istirahat sambil menikmati makan siang bekal dari rumah.Piring dan daun pisang disiapkan untuk alas makan.Nasi diedarkan ke masing masing personal yang ikut gotong royong dan kemudian mengambil ayam goreng atau tahu goreng di tambah sayur lombok ijo dan jambalan daun bayam.

Terasa sangat nikmat walaupun dibawah terik matahari dan campur tetesan keringat karena kepanasan.Sambil ngobrol sekitar kehidupan ,menikmati makan siang di area tegalan sungguh bisa mnghilangkan penat bila kita sehari-hari harus di sekolah berhadapan dengan berbagai karakter siswa yang bermacam-macam.

Selesai menikmati makan siang sebagian bapak-bapak mulai melangsir padi ke dekat jalan tegalan untuk nantinya bila sudah terkumpul diangkut dengan mobil open cup.

Gb. Istirahat menikmati nasi putih, sayur lombok ijo,jambalan daun bayam dan tempe goreng

Bila dianggap sudah cukup satu mobil maka si empunya  padi akan menelpon pemilik mobil agar cepat bisa mengambilnya untuk dibawa pulang,kalau tidak maka kemungkinan kehujanan dan damen serta padinya kurang baik bisa terjadi.Bila mobil sudah datang maka semua bapak-bapak akan beramai-ramai menaikkan ke mobil kemudian membawanya pulang ke rumah untuk malam harinya di rontokkan pakai mesin perontok padi berbahan bakar nasi dan pisang goreng alias mesin yang digenjot oleh manusia.

Gotong royong salah satu kegiatan sosial kemasyarakatan alkhamdulillah bisa mengkarabkan anggota masyarakat ,ajang silaturahmi dan saling membantu serta refresing bagi bapak-bapak yang bekerja di luar petani.

Hikmah :

96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S 7. Al-A’raaf ayat 96)
PT Arminareka Perdana