Bagi orang tua yang menyekolahkan putranya khususnya yang di Perguruan Tinggi. Dan belajar di kota yang lain agar lebih waspada dan hati-hati, karena berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional menunjukkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar mencapai 4,7 persen dari jumlah pelajar dan mahasiswa atau sekitar 921.695 orang. “Dari jumlah tersebut, 61 persen di antaranya menggunakan narkoba jenis `analgesic` dan 39 persen jenis ganja, `amphetamine`, ekstasi dan lem,” ujar Kabid Pembinaan dan Pencegahan Badan Narkotika Propinsi Sumatera Utara, Arifin Sianipar, di Medan,( TVOne)

Peredaran Narkoba yang sangat gencar dengan berbagai cara dan masuk dalam sindikat Narkoba menjadi kekawatiran kita bersama khususnya para orang tua yang mempunyai putra setingkat SLTA dan Mahasiswa ,Dan lebih perlu diwaspadai lagi yang menempuh ilmu dikota lain yang tidak bisa kita pantau setiap harinya.

Karena penyalahgunaan narkoba memberikan pengaruh besar kepada anak-anak kitat, baik dari segi kesehatan maupun perekonomian. Ditinjau dari segi kesehatan penggunaan narkoba akan menyebabkan menurunnya stamina tubuh dan merusak organ-organ vital seperti saraf dan jantung.

Sedangkan dari segi perekonomian, penyalahgunaan narkoba akan menyebabkan penggunanya harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli barang terlarang tersebut.

Untuk itu bagi para orang tua yang menyekolahkan putranya di Perguruan Tinggi dan kuliah di sekolah lain agar lebih waspada dan cermat mengawasi putra-putranya agar tidak terjerat pada sindikat narkoba dan menjadi pecandu sehingga merusak masa depannya.

Hikmah:

“Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. “(HR. Muslim)
PT Arminareka Perdana