Gb.Ustazd Muhammad Arief Budiman di pembaringan dan perlu bantuan kita

Rambutnya klimis , kulitnya putih bersih, gaya berpakaiannya pun rapi dan bicaranya kalem.Begitulah penampilan Muhammad Arif Budiman[34], salah seorang dai Hidayatullah Ternate,sepuluh tahun lalu.

Kini, keadaannya sungguh mengenaskan. Ia terbaring tak berdaya di atas ranjang.sejak Ramadhan lalu ia divonis diabetes.Tubuhnya terasa sakit dan sulit digerakkan.Di sela –sela gigi dan gusinya terlihat bekas aliran darah.pandangan matanya terasa kosong.Lengan sebelah kanan kaku dan dan kakinya Nampak agak bengkak.”Bila dipijat terasa enak,”Kata arif,demikian lulusan sekolah tinggi agama islam luqmanual hakim[STAIL] sura baya ini bisa dipanggil.

Awalmya , ia merasakan sakit dipunggung. Kemudian ia diperiksa kedokter. Hasil pemeriksaan ,dokter menyatakan ia mangidap diabetes karena setelah dites diabetesnya 364mg/dl,padahal normalnya 150mg/dl.

Ia pun dirawat selama dua minggu diRSU Hasan Busori, Ternate,Maluku Utara. Selama pemeriksaan dirumah sakit, ternyata ditemukan penyakit lain,yaitu pembengkakan hati dan infeksi lambung. Setelah menghabiskan 4 kantong darah,trombositnya sempat naik 13/ul. Namun karena persediaan darah dirumah sakit kosong, akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Sutomo Surabaya.

Ayah 4 anak ini pun terpaksa harus memboyong istri dan anak-anaknya ke  Surabaya dengan uang pinjaman dari seorang temannya. Di kota pahlawan ini, ia tinggal dirumah ibunya,Siti rofiah[62] janda pensiunan tentara.

Di Surabaya ,ia minta agar di rawat di RSU Haji karena merasa lebih nyaman.  Tapi dokter di rumah sakit tersebut merujuknya ke RSUD Dr. Sutomo lantaran peralatan di RS Haji kurang memadai .

Ditemani istri tercintanya,sekarang Arif masih berbaring di rumah sakit . Trombosit Arif pernah drop hingga mencapai 6ribu/ul. Menurut dokter,jika trombosit mencapai angka tersebut ,kemungkinan ada kelainan dalam darah .”Menurut dokter kemungkinan suami saya terkena kanker darah ,” jelas Sarini sang istri .

Selama dirumah sakit ,istrinya terlihat setia dan telaten merawat. “Suami saya senang di bacakan Al-Qur’an ,”terang Sarini .Setelah mendengar lantunan kitab suci ,Arif biasanya tertidur .Saat suara Hidayatullah menyarankan agar dia diputarkan MP3 atau kaset murattal ,Sarini mengatakan bahwa suaminya tidak suka suara dari MP3 dan sejenisnya ,” Ia hanya mau bacaan tartil asli yang keluar dari mulut saya atau saudara,”Jelas Sarini lagi .

Ketika masih kuliah di STAIL ,Arief mendapat amanah mengajar baca tulis Al-Qur’an kepada anak-anak kampung di sekitar pesantren .Setelah lulus,ia mendapat kan tugas mengajar di lembaga Pendidikan Ulul Albab Hidayatullah di Ternate.  Di sekolah yang mengasuh sekitar  105  siswa ini ,Arif mengajar Fiqih, Al-Qur’an dan Hadits . Terakhir ia ditugaskan di Baitul Maal Hidayatullah (BMH)Ternate .

Selama menjalani pemgobatan di Ternate,Arif telah menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah .Uang tersebut ia ambil dari simpanannya dan bantuan dari Pesantren Hidayatullah Cabang Ternate .Namun semua dana tersebut sudah habis . Bahkan untuk biaya pengobatan  di Surabaya ia harus meninggalkan KSK (Kartu Susunan Keluarga) sebagai jaminan kekurangan biaya pengobatan .

Kepada pembaca yang berkenan meringankan  bebannya bisa melalui Dana Kemanusiaan PT Lentera Jaya Abadi.

Lewat Bank Mandiri dengan No. Rek. 141 00 0972414 7

Telp. 031 998143-46

Insya Allah dana yang masuk akan disalurkan kepada yang bersangkutan.Insya Allah  bantuan para dermawan semua akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang berlipat ganda.

Hikmah :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Orang yang membiayai para janda dan orang miskin itu bagaikan seorang pejuang di jalan Allah. Aku mengira beliau menambahkan: Dan bagaikan orang yang selalu menjalankan salat malam tanpa henti atau bagaikan orang yang selalu berpuasa tanpa berbuka. (Shahih Muslim )

PT Arminareka Perdana