ALlahu Akbar : Pohon Jati ambruk oleh angin yang tidak kelihatan ciptaan Allah SWT

Pohon jati yang ambruk pada hari Ahad 6 Februari 2011 di jalur Ringroad selatan Wonosari tepatnya di  perbatasan Siyono –Kepek yang sering disebut jalur CINTA atau mungkin lebih tepat disebut jalur Syaiton karena sering dipakai sebagai ajang perzinaan ,merupakan salah satu bukti akan kekuasaan Allah yang Maha Dahsyat.

Dengan sekali hembusan angin karena hujan  pohon jati tersebut melintang  menghalangi siapa saja yang mau lewat saat itu.Penulis kebetulan mau pulang dari menunggui kegiatan MABIT siswa kelas III di malam AHAD tersebut. Waktu sekitar jam 05.00 WIB sehingga masih remang-remang ,sewaktu  lewat di jalur ringroad  selatan  dengan sorot lampu ternyata ada pohon yang tumbang melintang dipertengahan jalan.Dengan sorot sepeda motor pohon yang tumbang tersebut saya pastikan ,ternyata pohon jati  dipinggir jalan sebelah barat jalan,kemudian saya sorot lagi jangan-jangan ada mobil atau barang yang tertimpa pohon itu,saya lihat tidak ada mobil atau barang yang tertimpa pohon.Saya kemudian berinisiatif mengambil gambar pohon yang tumbang tersebut walaupun hasilnya kurang jelas karena  baterai habis dan pengaturan yang tergesa-gesa.

Di seberang pohon jati yang tumbang penulis lihat beberapa mobil yang berhenti dan memutar balik mencari jalan alternative agar bisa melanjutkan perjalannya.

Akhirnya penulis kembali ke sekolah yang jaraknya sekitar satu kilometer untuk mencari nomor telpon  polisi yang bisa dihubungi ,dan kemudian menemukan salah satu family  yang menjadi anggota Polisi ,Setelah penulis telpon beliau siap menghubungi POLSEK Wonosari untuk dicarikan solusi pengaturan lalu lintasnya.

Satu hembusan angin yang menumbangkan satu pohon di salah satu jalan saja sudah menyebabkan  banyak hambatan karena kelemahan kita,apalagi bila Allah mengehembuskan angin yang besar dibeberapa tempat dan beberapa pohon yang tumbang ,betapa banyaknya kendala yang kita dapatkan hanya  angin cipataan Allah tersebut. Tetapi sayang kadang kita merasa sebagai makhluk yang kuat yang banyak menentangnya dengan banyak melanggarnya, seperti jalan Ringroad selatan yang seharusnya untuk kebaikan dipakai sarana menantang Allah dengan adegan perzinaan samapi jalur tersebut terkenal dengan sebutan “ JALUR CINTA ‘ pada hal akan lebih tepat bila disebut “JALUR ZINA ‘ karena masih sering dipakai sebagai ajang perzinaan.

Hikmah:

“Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)