Fenomena yang menarik saat ini adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat,di satu sisi memudahkan urusan kita di sisi yang lain pornografi yang menjadi salah satu pintu perzinaan merajalela.Begitu juga anak-anak usian SLTP dan SLTA tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi tersebut.Baik itu jenis teknologi yang berupa Hand Phone, lap top maupun teknologi yang lain,akibatnya mereka juga tidak bisa terlepas dari efek negatif dari penyebaran pornografi lewat sarana teknologi tersebut.

Akbat dari itu kita bisa menebak sendiri ,dorongan libido yang menggebu-nggebu dan belum bisa tersalurkan tetapi media yang menjadi perangsang begitu dekat dengannya,maka yang akan terjadi adalah mempraktekannya denganteman lawan jenisnya.Sarana transportasi yang sangat mudah menyebabkan tidak begitu sulit mereka menemukan tempat yang aman dari penglihatan manusia.Dan terjadilah perbuatan yang dilarang agama mereka praktekkan.Sekali dua kali mungkin aman tetapi beberapa kali banyhak yang kemudian kecelakaan alias hamil.

Dengan kehamilan tersebut membuat orangtua menjadi bingung dan mungkin panic sebentar,walaupun kemudian menata diri untuk menyelamatkan anaknya yang terlanjur hamil dan menghamili agar terhindar dari aib yang lebih besar.Pernikahan proses cepat dilaksanakan.Dibuatlah undangan ,disebarkannya ke seluruh penjuru yang dikenal ,sewa perlengkapan resepsi,tukang rias, elektone campur sari tidak lupa di uandang untuk meramaikan pernikahan tersebut.

Yang menjadi tanda Tanya besar sat ini adalah ,fenomena anak yang terpaksa “LULUS “ tanpa mendapat ijazah karena “KECELAKAAN “ yang seharusnya malu untuk diketahuai masyarakat luas tetapi justru malah sebaliknya : Diadakan resepsi pernikahan yang besar-besaran dengan berbagai komponen di undang untuk meramaikan resepsi pernikaan “Kecelakaan “ tersebut.

Semoga fenomena ini tidak mendatangkan musibah yang lebih besar dari Allah SWT.Amien

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)