Donor darah selama ini hanya sering penulis dengar baik dari media masa elektronik maupun surat kabar, tetapi dengan adanya program sekolah melaksanakan bakti sosial donor darah yang bekerjasama dengan unit Transfusi Darah PMI Cabang Gunungkidul maka penulis tertarik untuk mengikutinya.Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan kondisi badan sudah dipersiapkan dengan gizi yang cukup serta istirahat cukup pula.

Sampailah pada hari H yang telah ditentukan ,petugas PMI datang dengan mobil besar UNIT TRANSFUSI DARAH , sekitar 5 personil dari PMI mengeluarkan peralatan dari dalam mobil dan menatanya pada ruangan yang sudah disediakan.Penulis lantas mengambil blangko yang harus diisi oleh calon donor darah,setelah diisi dan ditanda tangani kemudian diserahkan kepada petugas bagian pendataan dan pengecekan golongan darah.Penulis biasanya sering ada gangguan tekanan darah rendah tetapi alkhamdulillah sewaktu dicek leh petugas tekanan darahnya normal dan sangat bagus.Selain itu dicek pula golongan darahnya dan alkhamdulillah cocok dengan yang sudah tertulis di blangko sebelumnya yaitu golongan darah B.

Setelah antri di tempat tidur yang sudah disediakan dipasanglah alat pengambil darahnya pada lengan sebelah kanan,dan setelah selesai pemasangannya kemudian darah mengalir ke plastik ampul yang ada disebelah tempat pembaringannya. Tidak terasa ampul sudah penuh dan kemudian petugas memotong ampul tersebut dengan gunting dan melepas jarum yang ada di lengan,agak sedikit nyeri sewaktu di ambil jarum tersebut tetapi tidak begitu lama nyerinya.Setelah itu luka bekas jarum diberi alkohol mungkin dan diberi kapas serta di balut dengan plester.Penulis disuruh istirahat bebrapa menit dan kemudian setelahnya disuruh duduk dan diberi makanan tambahan oleh petugas.

Penulis kemudian menuju ruang istirahat yang disitu sudah disediakan bubur kacang hijau dengan roti tawarnya, susu kedelai dan sebuah telur rebus.Setelah menikmati makanan tersebut sambil ngobrol dengan peserta lain ,kemudian melakukan aktifitas bekerja seperti biasanya.Bayangan penulis yang sedikit agak takut dan cemas sewaktu diambil darahnya ternyata tidak seberat apa yang dibayangkan cukup ringan dan  tidak terasa sakit.Hanya selama kurang lebih 3 hari ada perasaan sedikit pening di kepala dan agak mudah ngantuk tetapi setelah tiga hari pening dan rasa ngantuk itu hilang malah terasa badan ini lebih ringan bergerak dari sebelum donor darah.

Demikian sedikit pengalaman mengikuti donor darah yang pertama dalam usia kurang lebih 45 tahun  dan sering gangguan darah rendah.Semoga darah yang didonorkan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sangat memrlukan tambahan darah.Serta bagi yang belum pernah melakukan donor darah mari kita niatkan pada diri kita untuk secara berkala mendonorkan darah kita untuik membantu saudara kita yang baru tertimpa musibah. selain shodaqoh darah, badan juga terasa lebih ringan.