Musibah yang meraja lela di berbagai wilayah Indonesia  seperti meletusnya gunung Merapi, banjir Wasior gempa bumi di Mentawai, meletusnya gunujng Bromo  di Jawa Timur ,banjir di berbagai wilayah selain karena factor alam tetapi bagi orang yang beriman ada factor lain mengapa terjadi banyak musibah.

Seluruh musibah terjadi pasti ada campur tangan Alloh, sebab tidak ada kejadian sekecil apapun yang Alloh tidak mengetahui atau mengijinkan termasuk peristiwa jatuhnya suatu daun pada tumbuhan.

Salah satu merajalelanya musibah saat ini  bagi orang beriman wajib menyakini bahwa penyebabnya adalah Perzinaan di Indonesia juga sudah merajalela.Perzinaan dengan berbagai bentuk baik perzinaan “ Besar “ seperti hubungan sumi istri pada hal bukan pasangan yang syah,pergaulan bebas  sebagain generasi muda yang sudah sangat mengerikan ,bahkan ada suatu penelitian di salah satu kota besar di Indonesia yang 50 % remajanya sudah pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.Belum perzinaan “ kecil” seperti zina mata baik dengan orang langsung maupun lewat sarana teknologi seperti internet, dan sebagainya. Zina tangan dengan bergandengan  padahal bukan suami atau istrinya  yang banyak dilakukan pelajar dengan istilah “ Pacaran “ dan sebagainya.

Hadits Rosul yang diriwayatkan oleh  Ath-Thabrani dan Al-Hakim :Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri  maka mereka ( penghuninya ) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah.

Perzinaan di negeri tercinta ini sudah merajalela ,maka  berarti telah mengijinkan Allah menurunkan musibah dengan berbagai bentuknya di berbagai wilayah di Indonesia.Untuk itu selain dengan cara-cara fisik menggulangi musibah  yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia ,alangkah baiknya bila semua berintrospeksi diri dan berusaha mengurangi berbagai metode perzinaan di negri Indonesia tercinta.

Semoga Allah SWT selalu member kekuatan kepada kita untuk membrantas berbagai bentuk perzinaan baik lewat pornografi maupun sarana yang lain.Amien

Hikmah:
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

Advertisements