PORNOGRAFI MERUSAK MORAL ANAK-ANAK KITA,MARI BANTU MEMBRANTASNYA

Gb.Buah Pace

Buah mengkudu atau juga disebut buah pace banyak tumbuh di Gunungkidul,sebab tidak memerlukan tanah yang subur dan juga tahan musim kemarau.Maka banyak tumbuh di halaman masyarakat khususnya di pedesaan.Masyarakat pedesaan di Gunungkidul banyak memanfaatkan pohon ini  yang paling banyak diambil daunnya yang masih muda.Daun mengkudu yang masih muda dimanfaatkan untuk membuat sayuran atau jambalan,dimana daun mengkudu diiris-iris kemudian dimasak dan dicampur dengan parutan kelapa.Rasanya sedep dan agak pahit sedikit tetapi banyak diminati oleh masyarakat.

Buah mengkudu yang jumlahnya cukup banyak belum dimanfaatkan dengan maksimal,maka bantak yang terbuang percuma.Pada hal kasiat buah mengkudu sangat banyak untuk pengobatan alami atau istilahnya pengobatan herbal.Berdasarkan penelitian terdapat lebih dari 60 senyawa berkhasiat yang dikandung dalam buah mengkudu.Sejumlah  hasil penelitian menyebutkan,minum jus mengkudu sangat baik untuk kesehatan ,terutama bila diminum pada pagi hari setelah bangun tidur sebelum sarapan pagi agar badan tetap fit dan terhindar dari berbagai penyakit.Untuk menghilangkan bau yang menyengat dapat ditambah perasa seperti stroberi atau anggur.

Berdasarkan penelitian Kimia Farmasi dari Universitas Negeri Yogyakarta Prof.Dr. Nurfina Aznam SU Apt ,buah mengkudu mengandung sejumlah zat yang berkasiat untuk pengobatan.Kandungan zat dalam buah mengkudu antara lain: morinda diol , morindone, morindin, damnacanthal, metal asetil, asam kapril, dan soranyidiol.

Dalam praktek keseharian buah mengkudu juga bisa dipakai untuk menghilangkan sisik pada kaki dengan cara menggosok kakai yang bersisik dengan buah mengkudu yang sudah masak dan membiarkannya sekitar 10 menit kemudian dibersihkan dengan kain yang dibasahi air hangat ,Insya Alloh kaki akan menjadi mulus lagi.

Dengan banyaknya kasiat buah mengkudu tersebut serta sebagian besar buah mengkudu di Gunungkidul belum banyak dimanfaatkan maka alangkah baiknya diadakan penyuluhan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa memanfaatkan buah tersebut untuk sarana kesehatan dan pengobatan sehingga mengurangi ketergantungan terhadap obat-obat kimia.

Hikmah:

“Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya”. (HR. Bukhari).

Dapatkan Dolar Disini