Kasus siswa di sekolah swasta beraneka ragam ,karena secara umum siswa yang masuk swasta karena tidak diterima di sekolah negeri,otomatis dalam konotasi merupakan siswa”kelas dua”.
Salah satu kejadian yang sungguh terjadi adalah kasus siswa dari orang tua yang ekonominya lemah,orang tua bekerja menjadi tenaga serabutan di Jakarta anaknya bersama dengan ibunya di Gunungkidul . Kedua orangtua berpendidikan SMP dan secara ekonomi masuk golongan ekonomi lemah.Bapaknya yang bekerja di Jakarta sebulan sekali pulang ke Gunungkidul,
Kedua orang tua dengan bekerja keras membanting tulang membiayai putranya agar bisa mengenyam pendidikan yang lebih dibandinglkan dengan dirinya.Tetapi apa yang bisa didapatkan , anak tersebut baru menjalani satu semester sudah tidak mau berpikir lagi.Di rayu oleh wali kelas, bimbingan Konseling sampai wakil kepala sekolah tetap saja tidak mau sekolah dan ingin mengundurkan diri.Alasannya setelah ditelusur yaitu tidak tidak mau berpikir lagi,ibunya sampai menangis dan mengharapakan agar mau sekolah,tetapi anak tersebut tetap mau mengundurkan diri dari sekolah.
Sewaktu ditanya ,apakah dia di rumah melaksanakan sholat 5 waktu ternyata tidak dan sholatnya hanya di sekolah,ibunya juga hanya kadang-kadang saja melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslimah.Padahal sholat adalah kewajiban setiap muslim yang Insya Alloh menjadi sarana memohon kepada Alloh agar anak-anak kita hatinya bisa digerakkan sesuai dengan tuntunan agama dan mempunyai semangat belajar untuk menatap masa depan.
Setelah positip mundur dan tidak bisa dirayu lagi akhirnya administrasi sekolah dicocokkan dengan bagian keuangan sekolah,dan ternyata masih banyak tunggakan yang belum dibayarkan yang nominalnya mencapai jutaan rupiah ,walaupun sudah diberi keringanan oleh sekolah tetap saja harus menutupi kewajiban tersebut.
Semoga generasi-generasi lain tidak menjadi generasi yang lemah, baik lemah iman,lemah ekonomi,lemah ilmu pengetahuan ,lemah kemauan dan lemah-lemah lainnya.