Menyambut Tahun Baru 2011: Beberapa Pemborosan yang terjadi

Penyambutan tahun baru contohnya tahun 2011 yang baru saja terjadi banyak sekali pemborosan yang penulis lihat.Salah satunya hamper setiap anak muda dan anak-anak yang penulis lihat membunyikan terompet  dan bila ditinjau dari harganya paling tidak seharga  Rp 3.000 rupiah bahkan ada yang puluhan ribu rupiah.Bila jumlah orang yang membunyikan trompet di Indonesia  ada sepuluh  juta maka uang yang di keluarkan untuk membeli trompet  ada sekitar  Rp 10.000.000.000 ( sepuluh milyar rupiah ) suatu nilai yang sangat besar bila dipakai untuk membantu saudar-saudara kita yang baru tertimpa musibah

Pesat petasanpun banyak dilakukan sebagian generasi muda untuk menyambut tahun baru  ,penyulutan kembang api yang harganya puluhan ribu sampai jutaan rupiah yang dipakai oleh tempat-tempat hiburan .

Bagi remaja yang mempunyai sepeda motor rata-rata yang penulis lihat  keluar dari rumah dengan berarak dijalan-jalan atau menuju tempat hiburan ,berapa liter bensin yang terbuang percuma.

Apabila perayaan tahun baru itu dilakukan secara berlebihan, termasuk pekerjaan mubazir yang dilarang oleh ajaran Agama Islam. “Kita melihat, perayaan tahun baru itu dilakukan dengan pesta kembang api, dan diiringi acara lain. Sudah barang tentu menyedot banyak anggaran dan dinilai mubazir. Sehingga tak cocok dengan ajaran agama bahkan Islam menganjurkan agar perbuatan tidak dilaksanakan secara berlebihan karena itu bisa dikatagorikan perbuatan sia-sia yang juga mendekati syaitan.Perbuatan yang berlebihan akan mendekatkan kepada perbuatan syaitan dan menjurus pada kemaksiatan yang bisa mendatangkan bencana atau musibah dari Alloh SWT.

Ketika Rasulullah saw masih hidup, di Kota Madinah tiba-tiba terjadi gempa bumi. Rasulullah saw lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, “Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.” Sejenak, Nabi saw menoleh ke arah para sahabat dan berkata, “Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (dengan cara buatlah Allah ridha kepada kalian)!”,

Mari kita sambut malam pergantian tahun secara sederhana sehingga cermin masyarakat yang santun akan semakin terwujud. Selain itu menyambut tahun baru dilaksanakn secara sederhana untuk menghilangkan gaya hidup terkesan hura-hura.

Pergantian tahun sebenarnya bahan untuk mengevaluasi diri, sejauh mana perbuatan yang dilaksanakan selama ini agar datangnya tahun baru bisa menjadi ajang refleksi dan intropeksi diri, sehingga kualitas diri dan kualitas iman semakin meningkat.Salah satu caranya adalah dengan zikir dan do’a sehingga sekaligus untuk memberi contoh kepada umat muslim di seluruh dunia bahwa beginilah cara seharusnya dilakukan umat Islam dalam menyambut tahun baru.
Harusnya kita meningkatkan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan hidup pada 2011  denagn kegiatan-kegiatan yang positif.