Tahun baru 2011 sebentar lagi akan kita lewati,sebagian masyarakat mempersiapkan penyambutannya dengan beraneka ragam.Salah satunya adalah dengan meniupkan terompet menjelang tahun baru dan tepat memasuki tahun baru.Kebiasaan ini bahkan tidak hany terjadi di kota tetapi juga sampai desa-desa.Pembuat trompet dan pedagang trompet banyak mendapatkan rezekinya dari trompet ini.Bahkan ada pedagang trompet di Bengkulu yang membuat trompet sampai 1000 buah dengan harga antara Rp 4.000 sampai Rp 5.000  bahkan ada yang Rp 25.000 perbuah.

 

Bila menjelang detik-detik tahun baru hampir semua trompet yang sudah berada di pembeli ditiup sampai datangnya tahun 2011,setelah itu trompet dibuang begitu saja dan menjadi sampah kembali.Sungguh suatu kemubadziran yang sangat besar jutaan bahkan mungkin ratusan juta rupiah hanya terbuang begitu saja untuk mngejar kepuasan atau keumuman saja.

 

Penyambutan tahun baru di sebagian masyarakat yang lain ada yang dengan dansa-dansa sepanjang malam sampai pagi di hotel-hotel atau nigh club dengan karcis masuk atau sewa kamar hotel sampai ratusan ribu rupiah .Penyulutan mercon dan kembang apipun marak ditempat tempat hiburan ada yang mengabiskan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

 

Disisi lain ribuan keluarga saat ini kehilangan rumah dan tempat tinggal seperti bencana yang terjadi di Gunung Merapi, tsunami di Mentawai,banjir di Wasior dan bencana dilokasi lainnya.Alangkah bijaknya bila sebagian kecil dana yang dipakai untuk hura-hura tersebut disumbangkan ke saudara-saudara kita yang baru tertimpa bencana.

Semoga masyarakat ada yang mencoba untuk  menyisisihkan sebagain rezekinya dari hura-hura tersebut sehingga bisa dipakai membantu saudara kita yang baru tertimpa musibah atau bencana alam.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)