Gb. Pesta Berdiri di suatu Hajatan

Gb. Tamu Undangan Makan minum sambil berdiri

Pesta pernikahan maupun hajatan yang lain saat ini banyak terjadi di masyarakat  seiring dengan bertambahnya jumlah anggota masyarakat. Pestatersebut dilaksanakan dalam rangka syukuran pernikahan, khitanan maupun  hajatan yang lain.

Keterbatasan ruang karena rumah hunian yang semakin sempit tidak sebanding dengan relasi yang ada menyebabkan sebagian besar anggota masyarakat mulai menyewa gedung pertemuan maupun balai desa dan sebagainya untuk melaksanakan hajatan tersebut.

Dengan semakin banyaknya relasi atau kenalan yang diundang maka banyak membutuhkan ruangan yang mencukupi sehingga banyak anggota masyarakat yang mulai mengambil jalan praktisnya dengan “ PESTA BERDIRI” sehingga bisa menghemat tempat maupun pengeluaran biaya karena tidak usah menyewa kursi dan mejanya.

Gb. Pesta Yang Lain

Tetapi bila ditinjau secara budaya ketimuran atau secara aqlak Islam maka “PESTA BERDIRI” merupakan pesta yang kurang sesuai dengan budaya kita.Budaya kita bangsa Indonesia yang sudah diturunkan oleh orang tua-orang tua kita serta aqlak Islam mengajarkan bila kita sedang makan atau minum ditutunkna untuk duduk.Makan atau minum dengan duduk selain terlihat sopan juga  sesuai dengan ajaran Rosululloh SAW .Ditinjau dari segi kesehatanpun makan atau minum dengan duduk lebih menimbulkan efek posistif  secara kesehatan daripada makan atau minum dengan cara berdiri.Makan atau minum dengan duduk maka makanan yang masuk kedalam perut akan turun dengan pelan-pelan sehingga tidak menimbulkan daya kejut yang besar pada lambung,tetapi bila makan dan minum dengan berdiri maka makanan yang masuk ke dalam lambung kita seolah-olah jatuh dari atas sehingga menimbulkan beban yang lebih  pada lambung yang ini bila melewati proses yang lama maka akan menyebabkan lambung cepat lelah dan rentan terhadap penyakit.

Dengan melihat kelebihan   dan kekurangan pesta berdiri tersebut sebaiknya bagi kita “Orang Timur “ dan khususnya orang Islam menghindari  pesta dengan cara semacam ini.Bila karena keterbatasan tempat maka sebaiknya tetap disediakan kursi  walaupun jumlahnya tidak sebesar undangan yang ada sehingga tamu undangan yang menikmati makanan dan minuman bisa secara bergiliran menikmati hidangan dengan duduk di kursi yang ada.

Maka marilah kita bangsa Indonesia kembali ke budaya kita sendiri : Hindari PESTA BERDIRI ,dan masyarakatkan kembali makan dan minum dengancara duduk baik di kursi maupun terpaksa duduk di atas tikar. Lebih Sopan,lebih sehat dan lebih beraqlak….

PT Arminareka Perdana