Category: Teknologi Otomotif


PORNOGRAFI PERUSAK MORAL BANGSA MARI BANTU MEMBRANTASNYA

Motor-motor tua yang secara ekonomis mungkin sudah membosankan tetapi bila dirawat dengan baik apalagi dimodifikasi maka akan terlihat cantik dan trendy.salah satu contohnya adalah motor tua HONDA 70 di bawah ini.

Gb. sadel atau jok yang di pisah membuat penampilan menjadi menarik

Gb. Sepion Asli tampak motor menjadi gagah

Honda 70 yang mungkin secara ekonomis sudah tidak layak pakai ternyata dengan sedikit modifikasi tempat dudk atau jok membuat penampilan menjadi menarik.Begitu juga dengan spion tua serta reting dan lampu rem akan menambah gagahnya penampilan HONDA 70. Mari rawat motor-motor tua agar menjadi antik dan tendy sekaligus menyalurkan hobby modifikasi sepeda motor.

 

 

 

 

 

 

 

Gb. Penampilan yang antik

Gb. Lampu Reting dan rem belakang walaupun tua tetap trendy

 

Sepeda Motor Tua Pun Kelihatan Gagah dan Trendy
Sepeda motor tua yang semakin tahun semakin banyak serta harganya yang semakin murah bila dimodifikasi akan meningkatkan penampilan dan harga jual.
Seperti sepeda motor di bawah ini HONDA GL 125 K tahun 1982 dengan tambahan accecoris dibelakang tempat duduk akan menambah gagah penampilan.

Gb. Walaupun Tua ,Kelihatan Gagah

Gb. Penampilan dari Samping

Gb. Tambahan Accecoris di belakang Jok

Gb. Penambahan Accecoris di depan blok mesin .membuat penampilan kian gagah

Gagah dan trendy

Tambahan acceccoris di depan blog mesin pun dengan rangka penguat  membuat gagahnya penampilan serta pengendaranya.

Siapa mau mencoba ?

By Republika NewsroomJepang Kembali Rilis Skuter Nol Emisi

TOKYO–Mimpi untuk menghadirkan kendaraan bermotor bebas emisi alias zero-emision dan berlari cepat menjadi kenyataan. Perusahaan asal Jepang PROSTAFF co.ltd berhasil menciptakan skuter nol emisi dan berencana merilisnya tahun depan.

Berbeda dengan produksi skuter hybrid sebelumnya, The Milleto, nama skuter tersebut, lebih irit 10 kali lipat daripada skuter berbahan bakar minyak dan bisa menambahkan kecepatan kendaraan dengan bantuan pijakan pedal.

“Normalnya, kendaraan menggunakan daya baterei, tapi juga bisa ditambahkan tenaganya melalui pedal kaki,” tukas Ryo Teranishi, juru bicara perusahaan seperti yang dilansir AFP, Jumat (30/10).

Dia menambahkan, perpaduan antara mesin beremisi nol dan tenaga manusia membuat harmonisasi yang bersahabat dengan alam.

Dengan kekuatan baterai yang mampu bertahan 2-5 jam, The Milleto mampu berlari dengan kecepatan 35 km (22 mil). Artinya, dengan satu yen (setara dengan 1 rupiah), terbukti 10 kali lipat ekonomis layaknya sebuah skuter konvensional.

Nantinya, The milito akan dipasarkan terlebih dahulu kepada publik Jepang seharga 159.900 yen atau setara 17 juta rupiah dan tersedia dengan 12 pilihan warna. cr2/afp/itz

Teknologi Otomotif

Secara teknis, jenis motor bakar terbagi menjadi dua: bensin dan diesel. Keduanya memiliki sifat berbeda dalam menghasilkan energi, dikarenakan perbedaan konstruksi dan bahan bakar yang diolahnya. Selain itu, kerja maksimum motor bensin cenderung berada di putaran tinggi dan berfokus pada tenaga (horsepower). Kebalikannya, mesin diesel bekerja maksimal di putaran rendah dan lebih bertujuan menghasilkan torsi.

Tak heran jika mesin bensin memiliki torsi yang lebih kecil ketimbang mesin diesel. Pun kebalikannya, mesin diesel biasanya memiliki tenaga yang lebih kecil dibanding mesin bensin. Masing-masing kelemahan dan kelebihan dua jenis mesin ini lantas disatukan oleh Mercedes-Benz dan diberi nama DiesOtto.

DiesOtto memiliki pendekatan unik yang terpadu untuk efisiensi. Sistem terpadu itu adalah mengurangi ukuran silinder dan mengecilkan kapasitas mesin, mengaplikasi turbocharger untuk menaikkan performa, memakai sistem injeksi bensin secara langsung, variable valve kontrol, pengapian yang terkontrol otomatis (controlled auto ignition/CAI), dan modul hybrid generator starter yang menyatu.

Bagaimana cara kerjanya? Sebenarnya mesin DiesOtto adalah mesin 1,8 liter 4-silinder bensin dengan dua turbocharger sequensial dan direct injection. Tetapi, dengan imbuhan kecerdasan ahli teknik Mercedes memadukan siklus Otto konvensional dan pembakaran tanpa busi ala mesin diesel. Saat mesin dinyalakan, mesin akan bekerja dalam mode bensin, dengan busi yang menyulut bensin yang diinjeksikan secara langsung ke dalam silinder. Tapi, begitu mesin panas (situasi berkendara), mesin secara otomatis mengubah diri menjadi mode diesel, menaikkan rasio kompresi, dan mematikan busi. Dan karena berbahan bakar bensin, DiesOtto memiliki emisi yang lebih rendah ketimbang mesin diesel.

Pembakaran tanpa busi ini akan lebih ekonomis dan hampir tidak menghasilkan nitrogen oksida (Nox). Selanjutnya, kontrol emisi pada mesin DiesOtto dikerjakan oleh katalitik konverter tiga arah. Sebagai tambahan, untuk mengkombinasikan subsistem katalitik tersebut dalam satu konsep, sistem pengaturan dan manajemen mesin yang sangat efisien telah diaplikasikan oleh Mercedes.

Selanjutnya, elemen penting yang menopang DiesOtto adalah sistem injeksi langsung. Diambil dari sistem injeksi CLS 350 CGI, Mercedes-Benz telah melahirkan generasi kedua yang memiliki efisiensi 10% lebih tinggi ketimbang sistem injeksi konvensional. Di mesin DiesOtto, injeksi langsung yang digunakan berbeda dari mesin CGI, di mana saat pembakaran miskin (lean burn operation), dibutuhkan campuran bensin di sekitar busi. DiesOtto beroperasi dengan campuran miskin (lean mixture), tapi membutuhkan injeksi langsung untuk campuran homogen di dalam silinder dan untuk pengaturan siklus injeksi.

Komponen penunjang lainnya, adalah kontrol katup variabel. Durasi buka-tutup katup dapat diatur besarannya, begitu juga dengan sudut angkatnya. Untuk menggapai hal ini, dua buah camshaft (besar dan kecil) bertugas mendorong setiap katup bergantian. Camshaft bertonjolan besar berguna saat operasi kerja penuh (full load operation) dan mesin pada putaran tinggi, sedangkan camshaft bertonjolan kecil bertugas kala mesin idle atau saat beban partial.

Jika CAI adalah tulang punggung sistem secara elektronik, maka untuk sistem mekaniknya tak lain adalah digunakanya kruk as yang mampu berputar variabel. Cara ini tak lain untuk menghasilkan komprersi geometrik, yaitu skala kompresi ekuivalen antara kompresi motor bakar bensin dan kompresi motor bakar diesel. Dengan berputarnya kruk as secara variabel, maka secara mekanik, mesin dapat diubah karakternya secara drastis.

Dari data uji Mercedes, mesin DiesOtto berkonfigurasi 4-silinder segaris yang disematkan pada mobil konsep F700, mampu menelurkan tenaga 238 hp dan torsi maksimum 400 Nm. Hasil ini mengalahkan tenaga mesin bensin 350 V6 CGI dan mengalahkan torsi mesin diesel 320 V6 CDI. Sedangkan konsumsi BBM tercatat 18 kpl dan kadar emisi CO2 127 g/km.sumber:www.auto-car.co.id

Gagah Juga Honda GL Pro Diubah jadi Trail
Senin, 20/7/2009 |

KOMPAS.com - Susah memang kalau sudah jadi trail-mania. Makanya, kala bengkel modifikasi Gandul 2Wheel Custom (G2WC) menyodorkan desain Aprilia SMV 750, Helmy Hermansyah kontan setuju Honda GL Pro Neo Tech miliknya diubah seperti itu. Sebelumnya, warga yang tinggal di komplek Marinir Rangkapan Jaya Baru, Depok sudah punya Suzuki TS125 yang dirombak jadi trail RM125.

Wardoyo dari G2WC mengaku diberi kebebasan merombak motor jadi supermoto dan pilihan yang pas SMV 750. Meski konsep yang diaplikasi tidak mirip sekali, tapi diupayakan mendekati kesamaan. Seperti tampak pada bagian rangka tengah yang dibentuk dari pipa seamless ukuran 1/2 inci yang dibuat menyilang.

“Sasis tengah mengapit tangki sekaligus bodi tengah yang dibuat dari pelat,” terang Wardoyo. Menurutnya, rangka pipa ini juga dibuat untuk menopang bodi belakang (terbuat dari pelat yang menyatu sama sepatbor).

Untuk suspensi, tentu mengikuti tren global dengan menggunakan sistem monosok. Hanya, Wardoyo tidak mengikuti model SMV 750 yang ada di bagian kanan rangka. Di sini, ia menempatkannya persis di tengah biar nyaman lantaran dipakai harian.

Mengenai kaki-kaki, Wardoyo sedikit harus kerja keras lantaran pemilik masih ingin pakai sok bawaan standar untuk yang depan. Solusinya, ditambah adaptor besi agar tampilan tambah tinggi. Trus, bagian tengahnya dikasih karet sok Suzuki TS agar lebih berisi.

Begitu lengan ayun, minimal lebih tebal dari aslinya. Caranya, yang asli diberi kondom yang menggunakan pelat. Pada bagian tengah diberi lekukan agar mirip dengan arm Aprilia. Hasilnya, meski tanpa komponen limbah, tampilannya boleh juga. (Belo)

JADIKAN INTERNET SEBAGAI SARANA KEBAIKAN BUKAN SARANA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Honda Monster dari Magetan
Rabu, 1/7/2009 |

KOMPAS.com — Kalau saja logo sayap mengepak di tangki dan tulisan Honda enggak ada, Anda pasti menebaknya Ducati karena ciri kental dari motor Italia ini terletak pada “tulang” yang membentang dari bawah tangki sampai jok berwarna oranye tua. Tidak salah.

Abdul Aziz, sang modifikator dari A1 Modified dari Magetan, Jawa Tengah, mengaku mencontoh Ducati Monster 696. Itu tergambar dari tangki dan kerangka tubular. Meski menggunakan pipa teralis berdiameter 1 inci dan lagi pula tidak berfungsi sebagaimana aslinya di Ducati. Namun, Abdul membuatnya semirip mungkin.

Kecuali pipa dari bagian tengah ke belakang bukan sekadar pemanis, tetapi punya tugas sebagai penguat bodi, sedangkan kerangka depan masih bawaan standar.

Inspirasi Monster terus menjalar ke buritan yang menutupi ujung jok sehingga membuat tampilan menjadi single seater. Sayangnya, finishing-nya sedikit kurang rapi karena masih ada celah antara jok dan buritan yang terbuat dari bahan fiber itu.

Begitu juga dengan cover mesin yang terpaksa harus ditutup karena dapur pacunya sangat kecil. Rancangannya yang kaku, timbul kesan berat di bawah. Kendati begitu, ada terobosan dari Abdul Aziz untuk sistem saluran buang.

Perhatikan desain knalpotnya. Kaki pengendara bisa tersengat panas, justru sudah dieliminasi dengan bahan aluminium yang berasal dari komponen mesin foto kopi. “Di dalam mesin itu kan ada tabung roll dari aluminium dan ternyata bagus dijadikan knalpot lantaran tahan panas,” bangga Abdul.

Hebatnya, sekalipun sudah menempuh perjalanan jauh, knlapot masih bisa dipegang, meski diakuinya agak hangat. Terus, pada bagian depan dikasih radiator-radiatoran.

Untuk model lampu depan, Abdul terinspirasi sama Yamaha MT. Lampu diambil dari Honda Revo.

Oh, ya! Ada yang kelupaan. Setelah cerita panjang lebar, apa basis motor ini?
Jawabannya, Honda GL Pro 1995. (Nurfil)

Keutamaan Do’a

13. Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah ‘Azza wajalla turun ke langit bumi dan berfirman : “Adakah orang yang berdo’a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?” Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad)

Honda Bulldog yang Bercula
Sumber: Kompas Otomotif  Kamis, 5/3/2009

Anjing jenis bulldog kalau dilihat dari depan tampangnya jelek banget, tetapi terkesan galak. Nah, Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design Purwokerto, Jawa Tengah, telah memodifikasi Honda GL Pro 1997 berparas bulldog.

Kebayang dong kalau ditatap dari depan sampai ke samping kesangarannya. “Bertema bulldog dengan ciri penuh di depan dan minimalis di belakang,” jelas Agus. Boleh jadi, karyanya itu sebagai virus baru di 2009.

Perombakan GL Pro dilakukan oleh kru XK Bike Design, Wawang Cool, yang sudah ngelotok di soal permak bodi dengan bahan fiberglass. Hebatnya, karyanya itu gabungan bulldog dengan streetfighter West Jateng Style (WJS). Di sini ditonjolkan bentuk dan guratan runcing sebagai tekstur kontur. Ciri utamanya, tegas Wawang, kontur menyiku dan cenderung lancip serta shroud yang penuh menutupi bodi hingga ke arah depan.

Ciri kental WJS berupa tangki kecil masih kuat menempel di GL Pro. Menariknya, desain penyimpan bahan bakar ini unik, yakni ada cula seperti pada badak. Lebih spesifiknya, seperti pegangan tangan pada kuda rodeo. Pada tangki itu bukan sekadar variasi, fungsinya sebagai corong filter.

Apa tidak mengganggu saat berkendara. Justru, dengan memakai setang model lurus yang panjang hanya 80 cm, lebih mudah handling-nya. Materialnya menggunakan Indonesian Steel Tube Work.

Kreasi menarik lainnya, coba lirik lampu belakangnya. Dengan buntut yang pendek menjadi manis dipakai lampu dari Honda CS-1 yang cocok dan pas. Bukan sekadar pemanis saja, tetapi tetap fungsional dan punya estetika. Sayangnya, bulldog GL Pro ini berubah sifat menjadi egois, tanpa bisa membawa penumpang. * (Andika)

Hikmah :

Tiga macam do’a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do’a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Honda Tiger Berubah Wajah Jadi Streetfighter R6
Sumber : Kompas Otomotif Senin, 23/2/2009

Setelah setahun vakum, Rexindo Auto Custom (RAC) muncul kembali di belantika modifikasi sepeda motor. Rumah modifikasi dari Yogyakarta ini menunjukkan karyanya melalui Honda Tiger milik Arfan dari Brebes (Jateng) yang diubah menjadi model streetfighter ala Yamaha R6.

Di sini penggawang RAC Rizal ingin mempertontonkan kesempurnaan detail dan finishing. Namun, ciri khas RAC yang telah dikenal banyak orang, pemakaian barang custom, menurut Rizal yang sarjana Teknik Mesin ini tetap dipertahankan.

Selama ini, setiap memodifikasi RAC, ia acap menggunakan pelat galvanis. Pada Honda Tiger ini pun, kata Rizal, masih kentara, seperti pada tangki, lengan ayun (swing arm), sepatbor, dan fairing.

Untuk lengan ayun memang memakai besi pelat sebagai bahan utama dan diperkokoh lagi dengan balutan pelat galvanis. Untuk rumah lampu depan dan belakang dibikin dari bahan fiberglass. Namun, khusus yang belakang, bahannya khusus, yakni fiber cair merah.

“Dengan bahan cairan ini akan mudah mencetak sesuai yang diinginkan. Selain itu, juga aman bagi kesehatan dibandingkan dengan fiber biasa,” jelas pemodifikasi yang beralamat di Jl Wahid Hashim No 212, Depok, Sleman, Yogyakarta ini.

Lampu sein dicomot dari Honda Supra X 125. Rizal sengaja menggunakan produk lokal agar, jika pecah, mudah menggantikannya. Tampilan motor tambah gahar dengan pemakaian knalpot Yoshimura dipadu rem cakram ganda di depan, menguatkan kesan streetfighter sejati. * (Ry@n)

Hikmah :

Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)

Honda Tiger Berlengan Ayun Hexagonal
Rabu, 4/2/2009 | 06:18 WIB

Perhatikan deh, setiap memodifikasi motor jenis sport, lengan ayun (swing arm) hampir tak pernah lewat kena sentuhan builder-nya. Umumnya diganti dengan limbah moge, atau custom.

Namun, Jackie Obelix dari rumah modifikasi Obelix Extreme Motorcycle (OEM) mencoba keluar dari kebiasaan dengan menggunakan metode baru untuk diterapkan pada Honda Tiger. “Selama ini pada pakai pipa tubular, kali ini coba dari pipa hexagonal,” ujar Jackie.

Pemilihan konsep ini, selain terinspirasi komunitas Harley-Davidson di Amerika—bedanya, kata Jackie, di sana dijadikan rangka—juga ada pertimbangan lainnya. Dari segi tampilan tentu menjadi lebih menarik. “Selain itu, bentuk seperti ini diklaim lebih kuat,” kata pria berwajah Timur Tengah ini.

Sayangnya, pipa hexagonal ini berat sekali lantaran aslinya merupakan pipa bersegi padat. Untuk meringankannya, oleh JQ—kadang demikian namanya ditulis—dibubut yang menyisakan ketebalan pipa luar sekitar 5 mm.

Untuk pembuatan arm menghabiskan besi besar sepanjang 2,5 meter dan yang kecil 3 meter. Wajar cukup banyak lantaran proyek perdananya. “Jadi, masih trial and error,” belanya.

Agar karyanya tampak sporty, pada ujung arm dibentuk meruncing yang terinspirasi dari Benelli. Efek dari bentuk lengan ayun ini berimbas sampai pada pemilihan lampu depan. Di sini tampak JQ jeli memerhatikan harmonisasi. “Semuanya kalau bisa mendukung tampilan bersegi tadi. Makanya ambil lampu Ninja (Kawasaki) yang agak kotak juga,” papar pemilik workshop di Jl Condet Raya No 5A, Jakarta Timur.

Kecuali tangki yang masih membulat karena dicomot dari Cagiva Planet, tetapi masih tetap harmonis. Sadel pun diubah menjadi model sport yang dilihat dari samping agak bersegi. Kendati begitu, buritannya mengikuti tren lancip. (Nurfil)*

Hikmah :

Berlindunglah kepada Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan dari kesengsaraan hidup yang bersinambungan (silih berganti dan terus-menerus) dan suratan takdir yang buruk dan dari cemoohan lawan-lawan. (HR. Muslim)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.