Banyaknya Sekolah Dasar Negeri yang kekurangan murid saat ini dan terpaksa harus digabung atau ditutup selain karena jumlah anak usia SD sudah berkurang juga karena faktor pengelolaan sekolah. Sebagaian masyarakat yang peduli terhadap pendidikan putra-putranya lebih rela mengeluarkan dana pendidikan sekitar dua ratus ribu rupiah untuk mensekolahkan putranya ke sekolah-sekolah yang berkualitas dibandingkan dengan measukkan putra-putranya ke SDN yang gratis.

Banyak Sekolah Dasar Negeri yang jam 12.00 WIB sudah tidak ada aktifitas sama sekali bahkan pintu gerbang sudah terkunci, bahkan ada siswa yang jam 09.00 WIB atau jam 10.00 WIB sudah pulang.Padahal setelah anak-didik tersebut pulang dari sekolah maka kegoatan sampi sore tidak terkontrol baik oleh orang tua maupun masyarakat.Orang tua sudah sangat sibuk hubungannya dengan mencari nafkah ,masyarakat juga mulai tidak peduli dengan lingkungan yang ada.Akibatnya anak-anak tersebut menjadi tidak terkendali kegiatannya, hal ini menyebabkan prestasi mereka menurun baik prestasi sekolah maupun budi pekerti dan aqlhaknya.

Sekarang ini sudah banyak Sekolah Dasar Swasta yang berani melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang Fullday sampai jam 14.00 WIB bahkan sampai jam 15.00 WIB.Di lingkungan penulis sendiri sudah ada beberapa SD yang Fullday seperti SDIT Tunas Mulia di Ledoksari Kepek, Wonosari, SD Muhammadiyah Al-Mujahidin di Wonosari ,SD Waladun Sholihun di Logandeng Playen Gunungkidul.Dan tidak menutup kemungkinan akan tumbuh lagi Sekolah Dasar yang lain yang dikelola secara systim Fullday School.

Dengan melihat kondisi semacam ini maka tidak menutup kemungkinan akan banyak Sekolah Dasar Negeri khususnya di Gunungkidul yang ditinggalkan masyarakat karena kurang maksimal dalam pengelolaaanya dan negara tetap menggaji para guru yang berada di sekolah dengan murid yang sangat sedikit, seuatu kerugian yang sangat besar bagi pemerintah saat ini.Untuk itu sebaiknya para pengelola SDN segera berbenah diri untuk meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah sehingga tidak ditinggalkan masyarakat atau bahkan menjadi SD yang bangrut, sesuatu yang kurang enak didengar bila mengajar atau menjadi Kepala Sekolah SD N Yang Bangkrut tidak ada siswanya.

About these ads