Beredarnya video porno di awal bulan Februari 2012 di slah satu kecamatan di Gunungkidul yang menjadi perhatian kita semua .Tidak perlu saling menyalahkan tetapi menjadi instropeksi kita bersama bai sekolah, orang tua maupun lingkungan di mana anak tersebut tinggal.

Anak-anak yang masih bersekolah ditingkat SMP dan SMA  bahkan ada yang masih berseragam sekolah melakukan adegan yang melanggar norma agama dan norma kesusilaan  dengan melakukan adegan yang tidak senonoh dan kemudian merekamnya menjadi video porno.

Langkah preventif perlu menjadi komitmen bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali atau berkembang.Bagi sekolah agar meningkatkan pemahaman dan pembelajaran agama dengan lebih intensif ,bagi keluarga juga selalu mencermati dan mengamati anak-anaknya  dan tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan pemahaman agama di lingkungan keluarga.Tidak kalah pentingnya adalah  bagi bapak-bapak yang menjadi pemimpin formal baik kepala dusun maupun kepala desa agar juga ikut memantau perkembangan warganya khususnya yang sudah bersekolah SMP dan SMA serta remaja lainnya dengan cara menghidupkan organisasi Karang Taruna ,Remaja Masjid dan sebagainya.

Gelombang kemaksiatan yang merajalela  baik lewat media masa elektronik maupun media tulis dan media cetak sangat mempengaruhi perkembangan anak-anak kita.

Bagi kita para orang tua cermatai dan perhatikan anak-anak kita ,karena Anak merupakan harta yang sangati tinggi nilainya ,yang akan merawat kita sewaktu kita sudah tua, yang akan mendoakan kita bila kita sudah meninggal.Jangan sia-siakan mereka dengan membiarkan anak-anak kita terjerulus kedalam lembah kemaksiatan yang akan membuat aib keluarga kita.

Semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan kepada kita untuk selalu mendidik anak-anak kita sehingga mereka menjadi anak yang sholeh dan sholihah.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

About these ads