Masjid Jogokaryan Yogyakarta merupakan salah satu masjid dengan management yang bisa menjadi acuan untuk masjid-masjid yang ada di Indonesia .Dengan Open management sehingga setiap jama’ah bisa  mengetahui kondisi keuangan dan management lainnya sehingga anggota masyarakat atau jama’ah yang ada menjadi ikut handarbeni atau memiliki dan memeliharanya.

Takmir Masjid Jogokaryan yang di ketuai Ustazd Muhammad Jazir ASP sejak awal merintis management masjid dengan melalui beberapa langkah antara lain:

  1. Menentukan wilayah dakwah masjid Jogokaryan dengan mengambil wilayah dakwah di dusun Jogokaryan
  2. Melakukan pendataan jama’ah masjid baik menurut jenis kelamin, pendidikan, ekonomi ,kemampuan ke-Islaman dan sebagainya.
  3. Merencanakan kegiatan masjid dengan mengambil  jenis kegiatan yang sesuai dengan kondisi dan situasi jama’ah yang ada.
  4. Mensosialisasikan kegiatan masjid kepada jama’ah atau masyarakat sekitar dengan berbagai setrategi seperti lewat kaos yang dibagikan kepada setiap penduduk yang ada di Jogokaryan,lewat buku  laporan dan  program kegiatan maupun spanduk-spanduk yang ada.Pengeluaran untuk operasionalnya dengan menggandeng pengusaha-pengusaha yang ada di Jogokaryan baik pengusaha kecil maupun besar untuk membantu dananya dengan konsekwensi membantu dana operasionalnya.Dengan system ini maka pihak takmir tidak perlu mengeluarkan dana operasional  sebab dana operasional sudah tercukupi oleh donator.
  5. Membuat laporan kegiatan yang dibagikan kepada seluruh warga Jogokaryan tentang kondisi keuangan baik masuk maupun keluar.

Selain itu pengurus Takmir juga membuat terobosan-terobosan baru sehingga setiap warga Jogokaryan mempunyai kebanggaan terhadap masjidnya .Program yang menjadi kebanggaan saat ini adalah dirintisnya TV Komunitas di masjid Jogokaryan dengan nama JKTV,perintisan Islamic Center,Pelayanan kebutuhan masyarakat terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan .Bahkan sejak tahun 1995 setiap jama’ah yang kehilangan sandal atau sepatu di masjid tersebut bila melapor ke Takmir maka pihak takmir akan mengganti dengan sandal atau sepatu yang baru dengan merk yang sama.

Rekruitman pengurus dilakukan secara demokratis setiap empat tahun sekali dilaksanakan pemilihan pengurus takmir.

Dalam MOTO atau semboyan di masjid Jogokaryan Pengurus Takmir merupakan pelayan dari jama’ah sehingga setiap pengurus takmir harus bisa melayani jama’ah bukan sebaliknya dilayani jama’ah.Alkhamdulillah dengan semboyan ini masjid Jogokaryan semakin berkembang danseluruh jama’ah mempunyai rasa HANDARBENI dan MEMILIKI serta MERAWATNYA.

Demikian sekilas profil masjid Jogokaryan yang merupakan salah satu masjid percontohan di Indonesia.

Hikmah :

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”

About these ads