Anak anak kita yang masih balita masih lemah daya tahan tubuhnya,sehingga perlu kita lindungi semaksimal mungkin dari berbagai penyakit dan penyebab kesehaannnya menurun.Penyakit yang disebabkan oleh Virus maupun makanan bisa menurunkan kesehatan anak-anak kita terutama yang masih balita.

Makanan yang saat ini banyak memasyarakat paling besar adalah makanan yang mengandung unsur kimia yang sangat tinggi, baik sebagai bahan pengawet maupun pewarna dan juga perasa dan pemanis.Makanan kemasan seperti ciki-ciki dan jajanan anak lainnya rawan sekali terhadap bahan kimia yan g melebihi dosis sehingga lambat laun akan mengurangi kesehatan anak kita.

Kesehatan yang diakibatkan oleh zat-zat kimia dari makanan seperti radang tenggorokan,amandel sistim pencernakkan ,gigi berlubang atau bahkan gigis dan ompong banyak terjadi disekitar kita.Salah satu kegemaran anak-anak balita adalah makan permen karena rasanya yang manis tetapi bila terus menerus maka sisa-sisa gula dari permen yang ada di sekitar gigi akan menyebabkan kerusakan pada gigi yang antara lain gigi menjadi gigis atau berlubang dan seterusnya akan menjadi sakit gigi.

Iklan makanan anak-anak baik lewat media surat kabar maupun media elektronik menjadi penyebab tersendiri dari kegemaran anak-anak kita terutama yang masih balita untuk mengkonsumsi makanan- manakan sampah tersebut.Padahal berdasarkan penelitian yang dilakukan  dan disiarkan oleh Studi itu disiarkan di Journal of Epidemiology and Community Health, yang disiarkan oleh British Medical Association (BMA ) bayi yang diberi banyak makanan olahan mungkin akan memiliki IQ yang lebih rendah dalam hidup mereka di masa berikutnya, demikian diungkapkan suatu studi di Inggris.Selain itu makanan seperti `junk food` tidak bagus buat perkembangan otak,” katanya.
Apakah anak-anak Anda lebih suka mengisi perutnya dengan mengonsumsi “junk food” seperti kentang goreng, burger, kue-kue, minuman cola bersoda dan permen coklat?

Memang, sulit bagi seorang anak menolak makanan cepat saji yang mengundang selera karena lezat, tersedia dengan mudah, dan ditempatkan di tempat-tempat menarik (catchy), sebagaimana dikutip dari Life.Com.

Anak-anak membutuhkan asupan kalsium bagi tulang, zat besi bagi darah, protein dan vitamin bagi pertumbuhan tubuh. Untuk itu, ajarlah anak-anak Anda kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dengan mengurangi semaksimal mungkin makanan –makanan olahan dan mulai kembali ke makanan –makanan alami yang ada di sekitar kita.

-  Selain makanan maka minuman berenergipun (energy drink)sangat  membahayakan anak-anak dan sebagian remaja jika dikonsumsi berlebihan hal ini berdasarkan  dari sebuah studi yang dilakukan oleh para dokter Amerika serikat. Mereka mengatakan, anak-anak tidak seharusnya mengonsumsi produk minuman yang populer itu.

Bahaya potensial, kata mereka, adalah akibat terlalu banyak kafein atau zat serupa itu. Akibat buruk yang ditimbulkan, mulai dari jantung berdebar-debar, kejang, stroke,  bahkan hingga kematian mendadak. Hasil penelitian itu dituangkan di jurnal kedokteran Pediatrics.

Semoga kita mulai menyadari akan bahayanya makanan –makanan olahan tersebut sehingga terhindar dari efek samping yang sangat berbahaya.

Hikmah :

”Do’a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah)”. (HR. Ahmad)


 

 

About these ads